Halaman

Rabu, 04 April 2012

Samosir diminta segera bangun “Geopark Toba”

MEDAN -  Bupati Samosir Mangindar Simbolon mengatakan pihaknya akan segera membangun “Geopark Toba” atau taman bumi kawasan Toba untuk mengumpulkan berbagai keajaiban geologi dan peninggalan sejarah seperti sisa-sisa letusan Gunung Toba ratusan ribu tahun lalu.

“Rencananya tahun 2012 ini sudah akan dibangun,” katanya di sela-sela Musyawarah Perencanaan Pembangunan Sumatera Utara di Medan, hari ini.

Menurut Bupati, pihaknya berupaya untuk menambah beberapa objek daya tarik pariwisata karena tidak ingin hanya mengandalkan keindahan alam kawasan Danau Toba semata.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah membangun Geopak Toba yang akan menampilkan berbagai peninggalan sejarah dan bukti geologi yang bernilai ilmu pengetahuan.

Melalui Forum Kerja Sama Pembangunan Kawasan Danau Toba, Pemprov Sumut, dan dukungan pemerintah pusat, pihaknya akan berupaya membangun taman bumi tersebut agar memberikan manfaat lebih besar.

Pihaknya merasa bersyukur karena rencana itu mendapatkan dukungan dari lembaga pendidikan dan kebudayaan PBB (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization/UNESCO) yang mengirimkan pakar geologi Prof Dr Ibrahim Komo Gru Besar untuk membangun persiapan pembangunan Geopark Toba.

Secara umum, Geopark Toba itu dimaksudkan untuk menambah daya tarik wisata di kawasan Danau Toba dengan menampilkan keunikan geologi yang berpadu dengan kehidupan manusia dan alam sekitar.

“Jadi, yang akan ditampilkan bukan hanya potensi wisata Samosir, melainkan seluruh kawasan Danau Toba,” katanya.

Ia mengatakan untuk tahap awal, seluruh biaya pembangunan Geopark Toba itu akan ditanggulangi pemkab di kawasan Danau Toba di bawah koordinasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Setidaknya, ada tiga fungsi yang dapat ditampilkan dalam pembangunan Geopark Toba tersebut yakni fungsi konversi, pendidikan, dan peningkatan tingkat perekonomian masyarakat lokal.

Fungsi konversi dimaksudkan untuk melindungi berbagai bukti tentang peristiwa dahsyat letusan Gunung Toba yang menyebabkan munculnya Danau Toba yang terjadi ratusan ribu tahun lalu.

Berbagai bukti tersebut tidak boleh hilang atau rusak karena akan diwariskan untuk generasi penerus tentang peristiwa yang pernah terjadi di kawasan Danau Toba.

Kemudian, fungsi pendidikan tentang keberadaan bukti ilmiah terhadap proses pembentukan Danau Toba yang berasal dari letusan gunung berapi
“Kami yakin, itu bisa menarik minat peneliti dari berbagai belahan dunia,” kata Bupati.

Sedangkan fungsi pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal didapatkan karena diperkirakan banyaknya wisatawan dan peneliti yang akan berkunjung ke kawasan Danau Toba.

“Jadi, (berbagai peninggalan geologi) itu harus dipelihara,” katanya.

Infrastruktur membaik

Selain rencana pembangunan Geopark Toba, Bupati juga menyebutkan bahwa berbagai infrastruktur untuk pengembangan industri pariwisata di Samosir semakin membaik.

Selama ini, keberadaan infrastruktur tersebut menjadi salah satu tantangan Samosir dalam pembenahan dan peningkatan industri pariwisata di daerah itu.

Namun melalui program pembangunan yang telah dilakukan, kendala tersebut mulai bisa diatasi. “Kondisi jalan sudah semakin baik, jembatan-jembatan yang dulu darurat juga sudah permanen,” katanya.

Kemudian, kata dia, akses untuk menuju Samosir yang memiliki berbagai potensi wisata dan peninggalan sejarah juga semakin banyak.

Sebelumnya, transportasi air menuju Samosir hanya satu jenis yakni kapal yakni dari Ajibata di Parapat menuju Tomok di Samosir. Namun melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan, infrastruktur transportasi air tersebut telah ditambah.

Selain jalur Ajibata-Tomok, jalur kapal feri juga sudah ada dari Tigaras, Parapat menuju Simanindo di Samosir dan jalur Muara ke kawasan Nainggoilan di Samosir.

Demikian juga dengan jalur darat melalui kawasan Tele. “Jadi, sudah ada empat jalur untuk menempuh Samosir,” katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar