Halaman

Rabu, 04 April 2012

Pedagang bakpia protes bus priwisata dilarang masuk

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Bus pariwisata dilarang masuk ke pusat oleh-oleh Bakpia Pathok, di Jalan KS Tubun, Ngampilan, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kebijakan tersebut membuat pelaku home industry bakpia selama 1,5 bulan mengalami penurunan produksi. "Meski hanya masalah rambu-rambu lalu lintas, tapi sangat berimbas terhadap kelangsungan home industry bakpia pathok, yang menjadi makanan khas Yogyakarta," ujar Ketua Paguyuban Bakpia Pathok Laris Manis dan Sumekar, Widodo, Senin (2/4/2012).
Menurut Widodo, akibat larangan tersebut jumlah produksi dan permintaan mengalami penurunan hingga 30 persen. Ia juga mengatakan, larangan bus pariwisata ke pusat bakpia pathok juga belum ada sosialisasi dari pihak kepolisian atau Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta.
"Sejauh ini tidak ada sosialisasi, surat pemberitahuan saja tidak aja. Tahunya, sopir bus pariwisata mengeluh telah ditilang polisi saat masuk ke pusat bakpia pathok," ungkap Widodo.
Sementara, Ketua Paguyuban Bakpia Pathok Sumekar, Buang, mengatakan, setiap musim libur atau Sabtu-Minggu jumlah bus yang masuk mencapai 40 bus, atau sekitar 800 pengunjung tiap harinya. Tetapi dengan larangan tersebut, hampir tidak ada bus pariwisata yang berkunjung ke pusat bakpia.
"Setiap musim libur, berapa pun bakpia yang kita produksi habis tanpa sisa, tapi 1,5 bulan ini sangat sepi. Penjualan bakpia juga lesu," kata Buang.
Melihat kondisi ini, lanjut Buang, Paguyuban akan melapor ke Dinas Perindustrian Kota Yogyakarta. "Tadi kami telah mengadu ke pemerintah kota dan belum ada keputusan lebih lanjut," ujar Buang.
Sementara itu, Lurah Pathuk, Ngampilan, Maryuni, mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor Ngampilan untuk mengatasi permasalahan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar